kekuasaan rasa-rasanya sebagai sesuatu yang jauh dan besar, seolah-olah hanya dimiliki negara, aparat, atau elit politik. padahal pengalaman sehari-hari menunjukkan kekuasaan bekerja dalam bentuk yang tak kasat mata melalui norma, kebiasaan, atau harapan sosial yang membentuk perilaku seseorang. nyatanya emang kekuasaan bergerak melalui proses internalisasi sehingga pengawasan eksternal berubah menjadi pengendalian diri. itu.
perspektif teori kritis melihat kekuasaan sebagai relasi sosial yang berkelindan dengan produksi pengetahuan, ekonomi, serta budaya populer. industri budaya menghadirkan kesenangan yang tampak netral, sementara struktur dominasi direproduksi melalui selera, gaya hidup, dan standarisasi terhadap sesuatu.
rasa takut terhadap kekuasaan muncul dalam pengalaman diawasi. mungkin dimusuhi orang, mungkin takut sanksi sosial, atau ketidakpastian posisi dalam struktur hierarkis. ketakutan tersebut memengaruhi ekspresi diri, pilihan bahasa, serta keberanian untuk menyampaikan kritik. tubuh dan pikiran bernegosiasi dengan risiko yang melekat pada tindakan berbeda, sehingga kehati-hatian berkembang menjadi strategi bertahan hidup. hah i hate that 'strategi bertahan hidup'. but, rilll. misal, ketawa karir (?).